Sabtu, 12 Maret 2011

gambus musik arab


LAGU GAMBUS VERSI INDONESIA
Penulis Ashokhibul Mutrib :
Mansur.AW.ASH bin Ust.Amari bin H.Shiddieq bin Ky.Thoyyib bin Ky.Poerwo Addemaky
Musik pada dasarnya adalah rangkaian dari kolaborasi dan arsitektur perbedaan yang menyatu dalam satu jakur yang disebut “ NOT “ atau solmisasi.Musik sendiri adalah mewakili kultur,budaya serta jiwa dalam sosok manusia.
Salah satu musik etnik timur tengah atau lebih dikenal dengan musik gambus/zafin , adalah salah satu musik yang dipadukan dari aneka ketukan, petikan dan gesekan. Akan tetapi seiring dengan kemoderenan dan kemajuan teknologi musik gambus bias dipadukan dari segala bangsa dan suku termasuk Indonesia sebagai Negara yang mayoritas muslim.Tak pelak kedekatan keislaman dengan kalangan arab serta budayanya menjadi pengaruh besar.Gambus sebagai musik masyarakat timur tengah di Indonesia berkesan menjadi musik religi dan berkesan keagamaan. Baik factor asal agama, khas, pakaian dan bahasa yang berunsur arab.

Gambus pada era tahun pra kemerdekaan adalah dikenal musik orang arab, karena bahasa yang dilantunkan berbahsa arab dengan musik pengiring Tumbuk,gitar khas gambus ( bahasa arab=`uth) , serta biola. Keunikan Gambus sendiri adalah dari Vocal yang menyebutnya sebagai “ Mutrib”, dimana vocalis gambus adalah dominant turut memetik gitar gambusnya.Menurut beberapa sumber di zaman era pasca kemerdekaan seorang musisi gambus khususnya pemegang sekaligus vocalis gambus seakan di haruskan bias memetik gitar & menyanyi secara bersamaan. Seiring zaman saat ini gambus mulai kehilangan fanatisme asli vocalis mulai menyanyi tanpa memegang gitar gambus dan seni petikan gambus serta gesekan biola mulai pudar dikarenakan tertandingi oleh sarana musik elektronik khususnya organ/piano.

Era tahun 50-an musisi gambus sudah mulai berkolaborasi dengan budaya melayu dan marawis sehingga muncul tarian zafin dan pantun pantun melayu berbahasa Indonesia bahkan bahasa daerah seperti di madura. Hingga beberapa musisi madura menguasai kebesaran nama di belantara musik gambus seperti Abdullah ta`lab dan Anis Attamimi yang mahir menjadi mutrib berbahasa madura.Musisi yang muncul sepanjang masa saat ini adalah lagu lagu Abu baker salim dan petikan gambus dari Habib Segaf assegaf. Menurut beberapa “walaiti”(sebutan para sesepuh arab) Segaf assegaf adalah musisi gambus yang bukan sekedar memetik gambus menyanyi tetapi lebih dari itu, syair syair beliau ditumpahkan untuk kecintaan kepada Nabi besar masyarakat islam Muhammad.SAW. Sehingga nama dan kekeramatannya muncul tiada yang tidak kagum mendengar dan menyayikan lagu beliau tidak ketinggalan masa bahkan sudah banyak yang di perbaharuhi.
Peralatan musik original gambus adalah Gitar gambus/`uth, Biola, Seruling serta 2 perkusi Dumbuk & Tamtam.Tentang jenis musik yang dimainkan di Indonesia adalah Versi “ Deheve” atau (berirama dangdut) dan disenagi di kalangan Saudi, “Syara” dengan ketukan tempo berasal dari jalannya seekor unta di padang pasir dengan banyak diminati para dunia santri khususnya warga madinah,”Baladi” musik yang khas berisi syair dengan lantunan iringan orkestra dan paling terkenal di daerah lahirnya fir`aun di Negara mesir.   

Di era modern saat ini musik gambus bukan lagi musik yang dominant dimainkan di pesantren dan ataupun di acara pengajian juga di pesta pernikahan. Akan tetapi sudah mulai muncul di Indonesia di arena discautik,karaoke juga hotel sebagai musik etnik yang lumayan diminati kamula muda bukan hanya kalangan arab.Banyak muncul musisi gambus dari warga Indonesia sendiri bahkan baynak  di Indonesia yang keahlian memainkan musik gambus tidak kalah dari pemilik asli dan asal musik tersebut.Tambahan peralatan juga semakin tampak menjadi kecantikan kemasan musik gambus mulai dari trompet,gitar listrik,piano serta lainnya.Jika dahulu untuk menjadi musisi gambus khususnya penyanyi/mutrib di haruskan bisa berbahasa dan memahami tulisan arab tetapi saat ini banyak musisi vocal yang fasih tanpa memiliki pengetahuan tentang tatacara memainkan gambus hingga memahami bahasa yang mayoritas bertulisan serta berbahasa arab.

Tidak ada komentar: